Selasa, 03 Juli 2012

Lupa nomr Hp sendiri? coba cara ini..


    Saat NO HP lupa tentunya sangat merepotkan, apalagi ketika saat genting. Disini saya akan membagi beberapa cara untuk mengetahui nomor Hp kita sendiri tanpa harus miss-call atau sms orang lain.
        1.       TELKOMSEL (Simpati & AS) *808# lalu Yes / Ok
        2.       INDOSAT *777*8# lalu Yes / Ok
        3.       XL *123*22*1*1# lalu Yes / Ok
        4.       AXIS *2# lalu Yes / Ok
        5.       THREE (3) *998# lalu Yes / Ok
        6.       FLEXI, ESIA, StarOne, SMART dan FREN Pasang kartu Simcard di HP Nokia,lalu : 
               *3001#kode-pengaman# . Contoh : *3001#12345#  

Senin, 02 Juli 2012

Manusia Dan Harapan


·         Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, baisanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kamempuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatau harapan tergantung pada usaha orang yang mempunya harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umunya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Menurut kodratnya manusia itu adalah makhlik sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Menurus Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya garapan manusia atau kebutuhna manusia itu adalah :
1.       Kelangsungan hidup
2.       Kemanan
3.       Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4.       Diakui lingkungan
5.       Perwujudan cita-cita

·         Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal –hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusu bagi hidupnya. Ia merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidakbenaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.
Dr. Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :
1.         Teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan ernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia, Paul pasti mati.
2.         Teori korespodensi; teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondesi (berhubungan dengan) objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3.         Teori pragmatis; kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.       Kepercayaan pada diri sendiri
2.       Kepercayaan pada orang lain
3.       Kepercayaan pada pemerintahan
4.       Kepercayaan pada Tuhan

·         Artikel

             Harapan adalah sesuatu yang diinginkan seseorang terjadi pada masa depannya. Harapan, menurut saya bisa juga dikatakan sebagai penggerak kehidupan kita, karena untuk mewujudkan harapan tersebut, manusia harus berusaha sekuat tenaga untuk menjadikannya sebagai kenyataan di masa depan. Karena sesuatu tidak akan langsung terwujud begitu saja jika manusia tersebut tidak berusaha untuk meraihnya. Harapan haruslah realistis dan fleksibel. Realistis maksudnya tidak terlalu jauh dari kehidupan nyata yang dijalani oleh orang tersebut. Dan juga harapan harus fleksibel, bisa berubah seiring dengan berubahnya realita yang terjadi di kehidupan nyata. Agar harapan bisa terwujud sesuai dengan yang diinginkan, maka harus mempunyai kedua sifat diatas.
         Harapan yang tidak realistis bukan lagi disebut sebagai harapan, tapi bisa dibilang itu hanyalah imajinasi semata. Karena harapan itu tidak akan bisa terwujud. Sedangkan harapan yang tidak fleksibel, maka harapan itu malah akan membuat kita terbebani dan menjadikannya “harus” terwujud dengan hanya melihat 1 jalan saja, hal ini bisa membuat seseorang tertekan dengan harapan itu, dan bisa-bisa malah jadi penghalang untuk kehidupan di masa depannya. Padahal untuk mewujudkan harapan, sebut saja harapan A, tidak lah harus melalui jalan A, tapi bisa juga melalui jalan yang lainnya. Maka dari itu harapan haruslah bersifat fleksibel jika kita tidak mau seperti contoh artikel diatas.

(sumber : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-harapan)



Minggu, 01 Juli 2012

MANUSIA DAN KEGELISAHAN


·        KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa, khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
                Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan; duduk termenung sambil memegangn kepalanya; duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.
                Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

·         KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri. Orang yang frustasi itu bersikap rendah diri, sengaja menjauhi pergaulan ramai, kebalikan dengan orang yang bersikap sombong. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka orang itu lebih  suka menyendiri. Karena menyendiri itu akibatnya kesepian.


·         ARTIKEL


Manusia pada dasarnya adalah makhlukk sosial, oleh karena itu manusia tidaklah bisa hidup seorang diri, mau tidak mau pasti membutuhkan orang lain untuk membantu keberlangsungan hidupnya. Jika kebutuhan kodrati ini tidak terpenuhi, maka manusia tidaklah bisa menjalani kehidupannya secara normal. Orang yang kesepian cenderung akan depresi dan frustasi, karena ia tidak mempunyai tempat untuk membagi beban hidupnya, tidak ada orang untuk meringankan beban yang dipikulnya.
                Jadi walaupun kesepian bukanlah penyakit mental, tapi kesepian juga bisa menyebabkan seseorang menjadi anti-sosial, frustasi, depresi dan hal ini dapat membuat kesehatannya menurun. Hal yang pasti dari orang yang kesepian adalah, ia akan lebih sering menyendiri. Bukan maksud bersikap anti-sosial tapi karena ia tidak terbiasa menjalin hubungan dengan orang lain. Kesepian dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Betapapun sakitnya kesepian itu, namun dapat menjadi sebuah pencarian batin yang efektif, saatnya untuk mencari makna hidup dan yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Dengan sholat dan doa, menyerahkan diri secara total kepada Allah maka beban hati anda tersalurkan dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan membiarkan anda berjalan dalam kesendirian dan kesepian. 'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dialah sebaik-baiknya pelindung.' (QS. Ali Imran :173).
                Ada beberapa cara untuk mengatasi kesepian, diantaranya :
1.       Menyibukkan diri.
Salah satu cara termudah untuk mengurangi kesepian adalah dengan menyibukkan diri. Merawat orang lain, entah itu dengan mengasuh anak atau keponakan, memelihara binatang, atau mengajar, akan membuat Anda sibuk sehingga bisa meringankan rasa sepi. Anda juga bisa menawarkan diri sebagai relawan di lingkungan tempat ibadah, sekolah khusus, rumah singgah, yayasan, dan lain sebagainya. Jika Anda gemar menulis, kenapa tak mencoba membuat blog?

2.       Terlibat dengan komunitas.
Buat suatu tujuan, karena memiliki tujuan dan perasaan bahwa Anda terlibat dalam suatu komunitas tertentu akan membuat Anda tak sendiri. Cari tahu aktivitas yang akan melibatkan Anda ke dalam komunitas. Bacalah suratkabar dan majalah sesering mungkin, untuk mencari konser musik, pameran budaya, dan seminar-seminar yang menarik untuk dihadiri. Ada banyak cara untuk terlibat dengan komunitas tertentu, yang memungkinkan Anda mendapat teman-teman baru.

3.       Bekerja lebih keras sehingga mudah tertidur.
Salah satu indikator paling umum dari rasa kesepian adalah gangguan dalam tidur. Anda butuh waktu lebih lama untuk tidur, berulang kali terbangun, dan merasa mengantuk sepanjang hari. Kurang tidur, dengan sebab apapun, bisa menurunkan mood, membuat Anda lebih mudah jatuh sakit, dan menghabiskan energi. Jadi, masalah ini perlu diatasi dengan segera.

4.       Kenali apa yang hilang dalam hidup Anda.
Menurut pengalaman White, membuat banyak rencana dengan teman-temannya ternyata tidak mengurangi rasa kesepiannya. “Yang saya inginkan adalah kehadiran yang tenang dari orang lain,” katanya. Ia mendambakan memiliki seseorang yang menemaninya beraktivitas di rumah. Semakin Anda memahami apa yang tidak Anda miliki, semakin besar jalan keluar yang bisa Anda temukan.

5.       Buat komitmen untuk berinteraksi dengan orang lain.
Emosi yang negatif seperti kesepian, iri hati, dan rasa bersalah, memainkan peran penting dalam mendapatkan kehidupan yang bahagia. Emosi-emosi tersebut merupakan tanda yang penting bahwa sesuatu harus segera diubah. Sakitnya rasa sepi seharusnya mendesak Anda untuk segera berhubungan dengan orang lain. Sayangnya, kesepian itu sendiri bisa membuat kita merasa negatif, kritis, dan menghakimi. Jika Anda menyadari bahwa rasa kesepian itu memengaruhi Anda dengan cara seperti itu, ambillah langkah-langkah untuk memperbaikinya.

sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab10-manusia_dan_kegelisahan.pdf



Selasa, 01 Mei 2012

Ibarat Kehidupan



Sebelumnya saya pernah membaca sebuah tulisan tentang pengibaratan kehidupan ini. Akan menjadi hal yang menarik bila saya membagi sepenggal kisah dari tulisan tersebut. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Suatu ketika ada seseorang yg membawa toples besar, bola-bola golf, batu-batu koral, pasir, dan seduhan dua cangkir kopi. Pertama-tama bola-bola golf tersebut dimasukkan ke dalam toples, sehingga toples pun penuh dengan bola-bola golf. Lalu ia menuangkan batu-batu koral ke dalam toples berisi bola-bola golf tersebut. Ruang-ruang kosong dalam toples pun terisi oleh batu-batu koral. Kemudian orang tersebut memasukkan pasir ke dalam toples. Ruang-ruang kosong yg masih ada pun terisi penuh oleh pasir tersebut. Dan yang terakhir, ia menuangkan seduhan dua cangkir kopi ke dalam toples. Hasilnya, toples tersebut benar-benar padat, terisi penuh tanpa ada ruang yang tersisa.
Toples besar mewakili kehidupan kita. Bola-bola golf diibaratkan hal-hal besar yang dikaruniai oleh Tuhan untuk kita, seperti keluarga, anak-anak, teman, maupun sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidup kita akan tetap penuh. Selanjutnya, batu-batu koral diibaratkan  hal-hal lain seperti pekerjaan kita, rumah, ataupun mobil. Sedangkan pasir diibaratkan hal-hal lainnya lagi yang berupa hal-hal sepele.
Jika kita pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka toples akan penuh dan tidak ada lagi ruang untuk bola-bola golf ataupun batu-batu koral. Hal yang sama juga akan terjadi pada kehidupan kita. Jika kita banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sepele, maka kita tidak akan mempunyai waktu untuk hal-hal penting bagi kita. Jadi, berikan perhatian pada bola-bola golf terlebih dahulu, yaitu hal-hal yangbenar-benar penting bagi kita. Baru yang terakhir kita urus pasirnya. Yang terpenting adalah utamakan prioritas kita.
Sejauh ini bila pembaca merasa ada satu hal lagi yang masih kurang, maka akan timbul sebuah pertanyaan, lalu seduhan dua cangkir kopi itu diibaratkan sebagai apa? Sebenarnya itu untuk menunjukkan kepada kita bahwa sekalipun hidup kita tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.
Kisah di atas sebenarnya pengibaratan yang begitu sederhana namun sangat mengena dengan kehidupan kita. Ada kalanya kita harus meluangkan waktu untuk merenungi kehidupan ini. Let’s make our life to be more meaningful!

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



     A.      PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung hawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunya kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentuk bagaimana kegiatan belajar mahasiswa, itulah kada pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kada pertanggung jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ita tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan, dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian. Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusa itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhada alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan, antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadanaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

     B.      ARTIKEL


C.        TANGGAPAN
Keluarga adalah komponen terpenting dalam mendidik seorang anak, disinilah awal terbentuknya jatidiri seorang anak. Maka dari itu keluarga muslim merupakan asas dari seluruh elemen masyarakat. Pembinaan keluarga muslim berujud pendidikan Islam dan pelaksanaan utama dari pendidikan ini adalah bermula dari Ibu dan Ayah yang muslim. Jika orangtua mendidik anak dengan baik, dan dengan kuat juga menanamkan keimanan Islam di diri si anak, maka akan kuat juga lah keimanan dan ketaqwaan anaknya.
Semua orang dalam keluarga mempunyai tanggung jawab masing-masing yang akan dipertanyakan nanti di akhirat kelak. Seorang Ibu mempunyai tanggung jawab dalam mendidik anak sedari kecil. Karena Ibu adalah orang yang melahirkan, menyusui, dan lebih sering berinteraksi dengan anak, oleh karena itu seorang Ibu memegang andil yang cukup besar dalam pembentukan jatidiri seorang anak. Tapi bukan hanya Ibu saja yang bertanggung jawab dalam keluarga. Ayah adalah figur seorang pemimpin didalam keluarga, karena itu semua yang terjadi didalam keluarga Ayah lah yang bertanggung jawab. Contoh:
“Seorang anak yang bernama A menjadi pecandu narkoba dan pemabuk dilingkungannya, hal ini disebabkan  karena kurangnya pendidikan agama yang diberikan sewaktu ia masih kecil, karena sang Ibu terlalu sibuk mengurusi kepentingannya sendiri. “
Dalam kasus ini yang bertanggung jawab dihadapan ALLAH nanti adalah kedua orangtua. Ibu selaku orang (“pilar”) terpenting dalam mendidik anak, dan Ayah selaku pemimpin dalam sebuah keluarga. Jika dalam sebuah perusahaan majalah terdapat pegawai yang membuat suatu kesalahan, maka yang dimarahi oleh atasan/ bos dari perusahaan bukan hanya pegawai tersebut kan? Kepala redaksi juga akan terkena imbasnya, karena ia bertanggung jawab atas pekerjaan bawahannya. Yah begitulah kira-kira analogi kedudukan pertanggungjawaban seorang ayah terhadap keluarganya.
Seorang anak juga mempunyai tanggung jawab dalam keluarganya. Tanggung jawab seorang anak berupa menjaga nama baik keluarga, menjaga kepercayaan yang diberikan orangtua kepada si anak, dan kelak seorang anak akan menjadi pemimpin dalam keluarga mereka sendiri serta mempertanggungjawabkan keluarga mereka dihadapan ALLAH nanti.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya : "Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin, dan kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian. Pemimpin di antara manusia dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga serta anak-anak suaminya dan dia akan ditanya tentang mereka. Budak/ pembantu adalah pemimpin dari harta tuannya dan dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah bahwa kamu sekalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang tentang kepemimpinannya" (HR Bukhari dan Muslim)

Senin, 30 April 2012

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.     PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup.pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya.Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya, yaitu terdiri dari 3 macam :
A.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang muntlak kebenarannya.
B.       Pandangan hidup yang berupa idelogi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
C.       Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cta, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan suatu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diingkan yang mungkin dapat tercapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf





Sebagai umat muslim, sudah sewajibnya untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauldan tertinggi. Berpandangan hidup sama seperti Rasulullah SAW akan mempermudah kita untuk lebih mengenal Rasulullah SAW dan mencontoh kehidupan beliau sewaktu di dunia. Beliau menjadikan pengetahuan sebagai modal untuk kehidupannya, karena tanpa pengetahuan maka sudah pasti kita akan tersesat dalam kehidupan di dunia ini. Tidak mungkin kita dapat mengenal Islam, jika kita tidak mempunya pengetahuan mengenai Islam. Kemudian beliau menjadikan ilmu sebagai senjata untuk melalui kehidupan di dunia ini. Islam lebih menyukai muslim yang pintar, karena muslim yang berilmu dan banyak pengetahuan akan lebih sulit untuk digoyahkan dari keimanannya.
Tanpa ilmu kita tidak akan tahu bagaimana cara beribadah yang benar, lalu jika tidak tahu cara beribadah yang benar, darimana kita bisa mendapatkan pahala? Maka dari itu Rasulullah juga menjadikan ilmu sebagai landasan, karena tanpa ilmu manusia hanya akan menjadi si buta yang tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Menurut pandangan saya, kehidupan duniawi ibarat kehidupan petani ketika sedang memanen ladang. Ketika padi mereka sudah menguning keemasan, mereka akan dengan giat memanen padi yang akan menjadi modal bagi kehidupan mereka keesokan harinya, semakin banyak padi yang mereka panen akan semakin terjaminnya kehidupan mereka. Bayangkan jika si petani tidak memanen padi ketika musim panen, apa yang akan terjadi? Tentu petani tersebut akan menjadi miskin, tidak punya modal untuk menanam padi pada musim tanam yang akan datang. Petani bagaikan manusia yang sedang memanen pahala di dunia ini, dan padi adalah pahala-pahala yang bisa didapatkan di dunia. Sangat merugi orang-orang yang tidak memanen sebanyak-banyaknya pahala pada “musim panen” ini, maka dari itu selagi kita masih didunia, marilah kita panen “padi” sebanyak-banyaknya untuk modal dikehidupan yang akan datang. Karena kehidupan duniawi tidaklah kekal, akan datang saatnya ketika kehidupan akan abadi, yakni di akhirat kelak.



Selasa, 17 April 2012

MANUSIA DAN KEADILAN

·        PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. Kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidakadilan.
Keadilan oleh Plato diproteksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.


·        KEADILAN SOSIAL
Berbicara tentang keadilan, anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Bung Hatta dalam uraiannya mengenai sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur.” Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1.     Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasanan kekeluargaan dan kegotonroyongan.
2.     Sikap adil terhadap sesama, menjada keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.     Sikap suka memberi pertolongan orang yang memerlukan.
4.     Sikap suka bekerja keras.
5.     Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Keadilan dan Ketidak-adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidak-adilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidak-adilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik, dan lain-lain.
(Sumber :http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf)


·        ARTIKEL TERKAIT




Seorang nenek tua renta miskin yang bekerja membanting tulang untuk kehidupannya sehari-hari, harus terseret ke meja hijau hanya karena 3 biji kakao yang hanya berharga Rp 2000? Huh, sungguh ironis kasus yang menimpa nenek Minah.
          Memang perbuatan yang dilakukan nenek Minah termasuk tindakan yang melanggar hukum, karena telah mencuri 3 biji kakao. Tetapi walaupun nenek Minah bertindak salah, kasus ini semestinya tidak lah harus sampai ke meja pengadilan. Seharusnya cukup diselesaikan secara musyawarah / mediasi antara nenek Minah dengan PT RSA. Nyatanya 3 biji kakao itu sudah di kembalikan oleh nenek Minah dan nenek Minah secara langsung sudah meminta maaf kepada pihak perusahaannya.
Saya tidak mengerti, maksud dari pengadilan, dan pihak pabrik menyeret masalah ini sampai ke meja pengadilan itu untuk apa? Apakah untuk membuat rakyat miskin lebih menderita? Atau untuk memberi contoh kepada masyarakat luas kalau semua tindakan itu ada hukumnya? Kalau memang itu tujuan mereka, bagaimana dengan para koruptor yang telah mencuri uang rakyat secara milyaran bahkan triliunan, apakah mereka masuk penjara? Apakah hukum Indonesia bisa menyentuh mereka? Dimana sebenarnya letak “keadilan” di bangsa Indonesia ini? Apakah “keadilan” di Indonesia bisa dibeli dengan uang?
Inilah wajah hukum di Indonesia. Coba kita tengok kasus Bank Century, sampai sekarang kasus ini belum selesai. Padahal Bank Century telah merugikan negara sebesar 6,7 triliun, tapi kenapa penanganan kasus ini malah lebih lama dibanding dengan kasus yang bahkan tidak merugikan negara, seperti kasusnya nenek Minah? Apakah para koruptor “sangat kuat” sehingga tidak bisa disentuh oleh hukum? Nyatanya hukuman seorang koruptor yang telah mencuri uang berjuta-juta rupiah tidak lebih berat dibanding dengan seorang maling ayam.
Seakan-akan sekarang keadilan tidak memikirkan lagi yang mana yang benar dan yang mana yang salah, tetapi memihak pada mereka yang berkuasa, yang kuat dalam hal materi. Keadaan ini tidaklah benar, sudah sangat melenceng jauh dari pancasila, khususnya sila kelima yang menjunjung keadilan sosial. Dalam pancasila semua orang dipandang sederajat dimata hukum, tidak peduli kedudukannya dalam masyarakat.